MANUSIA vs ALAM , KAWAN apa LAWAN….???


Banyak sekali orang berkecimpung dialam bebas, Ih…Serem amat…maksud saya di dunia kegiatan alam bebas. Hee.. Kidding🙂. Entah dengan embel-embel Pecinta Alam, Adventure , atau sekedar berwisata alam Dsb (Dan saya bingung masih banyak lagi…)

Picture 293

Dari situ muncul sebuah Polemik dari masyarakat mengenai Orang-orang yang telah mengotori alam. Ironisnya , lagi-lagi Pecinta Alam yang disudutkan…” katanya pecinta alam, kok malah merusak sich…??

Bahkan ada sebuah lagu saya gak tau judul dan Pencipta Lagunya yang menyindir tentang Pecinta Alam.

” Mendaki Gunung sahabat alam sejati , Jaketmu penuh lambang, lambang kegagahan. Memproklamirkan dirimu pecinta alam, sementara maknanya belum kau miliki…”

Saya kutip potongan lagu itu…Apakah benar…?? apakah salah. Dibilang benar emang salah, dibilang salah emang benar…jadi simalakama.

Tapi kita lihat dulu. Mungkin Potongan lagu diatas adalah teguran bagi mereka yang mengaku dirinya sebagai pecinta alam. Untuk mengingatkan kepada sanak saudara, teman sekawan dan seperjuangan yang peduli akan alam.

Melihat dari Fungsi dan tugas pecinta alam sangatlah mulia bahkan ada sebuah kode etik bagi seorang Pendaki dan Pecinta Alam yang harus selalu dijunjung tinggi.

Belum tentu orang yang sering mendaki sebuah gunung lalu mengotorinya dengan sampah barang bawaan mereka adalah seorang pecinta alam. Belum tentu juga seorang Pecinta alam menjaga lingkungannya malah banyak yang menjadi perusak alam. Jadi yang benar Pencinta apa Penikmat alam…???

Tanpa manusia, alam kita tidak ada yang memperdulikan, tapi gara-gara manusia pula alam akan rusak…jadi Manusia vs Alam, Kawan apa Lawan…?? kita kembalikan ke pribadi masing-masing.

Berjalannya waktu , seirama langkah kaki yang meningalkan jejak-jejak cerita. Eksistensi Seorang pecinta alam kini mulai redup, tidak seperti dulu bersinar terang dan selalu memberikan kesejukan. Meskipun sekarang ini banyak sekali para pecinta alam maupun para penggemar kegiatan alam bebas yang kini tumbuh bagaikan jamur dimusim hujan.

Dulu orang-orang terdahulu kita mendaki gunung dan bertualang adalah suatu hal yang indah. Bagi mereka bermain di alam bebas membuat kita belajar bagaimana mengambil sebuah keputusan dengan cepat, tepat, baik dan benar. Alam merupakan tempat yang luas sebagai ruang kelas kita untuk belajar. Gunung merupakan salah satu bagian dari alam yang indah, sekaligus keras dan ekstrem. Gunung bisa menjadi tempat yang begitu nyaman dan menyenangkan, tapi bisa juga menjadi tempat yang membahayakan.*(Red-Harley Bayu Sastha)

Tapi kini pohon yang dahulu ditanam,kini buahnya dipetik sembarang. Bahkan kini style Pecinta alam ditiru oleh orang-orang awam. Entah karena supaya terlihat gagah saat naik gunung, entah punya maksud lain. Dengan embel-embel seperti seorang pecinta alam mereka naik gunung, merusak pepohonan, menebang kayu buat api unggun, dan mengukir nama mereka di batu dan dipohon serta meninggalkan sampah. Sehingga dimata orang awam pula mereka itulah pecinta alam…alangkah sedihnya…

Selain itu juga kadang teredengar berita kecelakaan digunung, “seorang pendaki hilang atau tewas di gunung…lagi-lagi pecinta alam yang tersudut. Padahal mereka hanyalah seorang pendaki yang tidak memiliki bekal ilmu.

Kini ayolah para pecinta alam kita kembalikan eksistensi kita sebagai pecinta alam yang selalu memberi kehidupan terhadap alam kita.

Kita luruskan teman-teman kita yang salah menilai akan arti Kepencitaalaman, walaupun kita belum bisa bersihkan muka bumi ini dari sampah, minimal dari kita sendiri buktikan kepada orang-orang bahwa kita bisa melindungi alam dimulai dari hal yang terkecil sampai hal terbesar yang kita bisa. Dari hal membuang sampah pada temptanya hingga mendaur ulang sampah tersebut, kita tanami pepohonan supaya alam kita hijau dan sejuk.

kekotoran yang mereka beri…segera kita bersihkan. Tugas kita sebagai Pecinta alam , yaitu mengingatkan dari diri sendiri untuk senantiasa menjaga bumi ciptaan Tuhan.

Oleh : Mubarok Akil “Elangtakbersayap”

Categories: Pecinta Alam | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: