Gunung Pulosari


Gunung Pulosari – Pusat Peradaban Masa Lalu Banten. Ketinggian 1,350 mdpl. Keberadaan Gunung Pulosari yang dipercaya sebagai salah satu gunung keramat diperkirakan telah muncul jauh sebelum berdirinya Kerajaan Banten Girang yaitu kerajaan yang bercorak Hindu/Buddha sebelum berdirinya Kesultanan Banten Islam.

Gambaran Gunung Pulosari sebagai gunung keramat diperoleh pula dari keterangan Claude Guillot bahwa di Desa Sanghyangdengdek, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang terdapat pemujaan lama yang menyandang nama dewa.

Tempat pemujaan tersebut sudah lama dikenal berupa batu berdiri yang tingginya kira-kira satu meter dan puncaknya dipahat sederhana dan kasar berbentuk kepala, mata bulat, mulutnya hanya berupa goresan, telinganya dibuat hanya tipis sederhana dan hidung tidak nyata, lengan-lengan dan kelamin lelaki kelihatan pula, tetapi hampir tidak menonjol.

Tidak hanya itu. Keberadaan Gunung Pulosari yang dikenal sebagai gunung keramat dapat dikatakan sebagai salah satu pusat peradaban masa lalu di daerah Banten. Pernyataan ini tentunya didukung bukti-bukti peninggalannya.

Kira-kira empat kilometer dari Sanghyangdengdek di atas bukit Kaduguling tepatnya di perbatasan Desa Sukasari dan Desa Bongkaslandeuh, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang terdapat kompleks megalitik berlanjut yang di sebut Batu Goong-Citaman.

Kampung Cidaresi, Desa Palanyar, Kecamatan Cimanuk, ditemukan batu monolit megalitik yang ternyata batu bergores.
Batu bergores Cidaresi berbentuk segi tiga dengan lubang di tengah-tengah sehingga menyerupai kemaluan wanita. Karena itu, penduduk setempat menamakannya “batu tumbung” yang berarti kemaluan wanita.
Diduga batu Cidaresi ini menggambarkan simbol kesuburan, atau sebagai lambang kesucian wanita.

Satu hal menarik dan menjadi perhatian adalah bila ditarik garis lurus barat-timur, antara Batu Goong dengan Sanghyangdengdek akan berakhir di puncak Gunung Pulosari sebagai kiblat persembahan tempat roh nenek moyang sekaligus menganggap Gunung Pulosari itu sendiri sebagai gunung keramat.

Anggapan ini tidak berlebihan mengingat Babad Banten yang merupakan produk masa Islam masih menyebutkan Gunung Pulosari adalah gunung keramat.

(sumber Kompas 11 Nov 2001 – Juliadi, tenaga teknis di Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Serang, Banten)

Foto Tentang Gunung Pulosari

Gunung Pulosari

Foto yang lain klik di Sini

Categories: Adventure, Elangtakbersayap, Ilmu Pengetahuan, Lain-lain, Pecinta Alam | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: